Warga Menteng Dalam, Jakarta Selatan, curhat ke DPRD DKI soal banjir yang terus berulang dan minimnya fasilitas kesehatan serta alat kesehatan (alkes).

DPRD, Banjir Berulang & Alkes Minim

Keluhan ini menyoroti dampak serius bagi anak-anak, lansia, dan warga sakit yang kesulitan mengakses layanan medis saat hujan deras. DPRD DKI menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi, memperkuat distribusi alkes, dan memperbaiki sistem.

Dibawah ini akan membahas informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Fakta dan Analisis Ekonomi Indonesia.

Keluhan Warga Jaksel Soal Banjir dan Alkes Sampai ke DPRD

Warga Menteng Dalam, Jakarta Selatan, mendatangi DPRD DKI untuk menyampaikan keluhan terkait banjir yang kerap melanda lingkungan mereka. Selain masalah genangan air, warga juga menyoroti minimnya fasilitas kesehatan dan alat kesehatan (alkes) di posko-posko darurat saat banjir melanda.

“Kami ingin aspirasi kami didengar langsung oleh DPRD. Banjir setiap hujan deras tidak hanya merusak rumah, tapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi bagi warga yang sakit,” ujar salah satu warga, Jumat (7/2/2026). Warga berharap perhatian pemerintah lebih serius dibanding sekadar janji penanganan.

Ketua RW setempat menambahkan bahwa selama musim hujan, beberapa rumah warga hampir selalu tergenang. Dampak paling parah dirasakan anak-anak dan lansia yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan akibat jalan yang terendam banjir. Keluhan ini kemudian diteruskan kepada anggota DPRD DKI yang menerima audiensi warga.

Keluhan Warga: Banjir Berulang dan Alkes Minim

Dalam pertemuan dengan anggota DPRD DKI, warga Menteng Dalam memaparkan beberapa masalah mendesak. Pertama, banjir yang kerap terjadi membuat akses keluar masuk warga terganggu, terutama di wilayah permukiman padat penduduk. Kedua, saat banjir terjadi, fasilitas kesehatan darurat dan alat kesehatan yang tersedia.

Beberapa warga mencontohkan kasus anak-anak yang mengalami demam dan ibu hamil yang kesulitan mendapatkan pemeriksaan medis saat genangan air tinggi. “Kami hanya mengandalkan puskesmas atau posko darurat yang kadang tidak lengkap,” kata seorang ibu rumah tangga. Kurangnya peralatan seperti oksigen, kursi roda, dan obat-obatan membuat situasi semakin sulit.

Anggota DPRD DKI yang menerima keluhan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga. Mereka mencatat data wilayah terdampak banjir, jumlah penduduk yang terdampak, dan ketersediaan alkes di setiap posko darurat. Informasi ini nantinya akan menjadi dasar untuk mengajukan anggaran tambahan dan evaluasi penanganan banjir.

Baca Juga: Pasar & Investasi: Strategi Cerdas Meningkatkan Keuntungan Finansial

Respon DPRD DKI dan Tindak Lanjut

Respon DPRD DKI dan Tindak Lanjut

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, yang membidangi kesejahteraan rakyat, menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah provinsi untuk segera meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan di wilayah rawan banjir. “Kami menerima keluhan warga dan akan meninjau ulang distribusi alat kesehatan di posko darurat, termasuk mobil ambulans, obat-obatan, dan tenaga medis,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga meminta Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Kesehatan bekerja sama agar penanganan banjir dan kesehatan warga berjalan bersamaan. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan sistem drainase, perbaikan pompa air, dan peningkatan kesiapan tenaga medis di setiap RW terdampak.

Warga berharap langkah ini tidak hanya sebatas janji politik, melainkan tindakan nyata. Mereka menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, RT/RW, dan warga agar penanganan banjir lebih efektif dan fasilitas kesehatan tersedia saat darurat.

Dampak Banjir Terhadap Kehidupan Warga

Banjir di Menteng Dalam tidak hanya menimbulkan kerusakan properti, tetapi juga mengganggu pendidikan dan pekerjaan warga. Anak-anak kesulitan sekolah karena akses jalan terendam, sementara orang dewasa terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk mengatasi rumah atau lingkungan yang terendam.

Psikolog masyarakat menyebutkan bahwa banjir berulang menimbulkan stres dan rasa cemas bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki anggota keluarga sakit atau lansia. Minimnya fasilitas kesehatan semakin memperburuk kondisi psikologis masyarakat.

Luangkan waktu Anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Fakta dan Analisis Ekonomi Indonesia.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
  • Gambar Kedua dari edukasi.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *