BP-AKR dan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada sejumlah produk, termasuk diesel, sebagai bagian dari dinamika harga energi global.

Tak Terbendung! Harga Diesel BP-AKR Melonjak Ikuti Pertamina, Angka Baru Bikin Shock

Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pergerakan harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, hingga kondisi nilai tukar mata uang yang turut berdampak pada struktur harga di tingkat SPBU. Akibatnya, sejumlah jenis BBM nonsubsidi mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, sehingga menimbulkan dampak langsung bagi konsumen, khususnya pengguna kendaraan dengan konsumsi bahan bakar tinggi. Simak selengkapnya hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kenaikan Harga BBM Kembali Terjadi

Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mengalami kenaikan di sejumlah penyedia, baik milik pemerintah maupun swasta. PT Pertamina (Persero) lebih dulu melakukan penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM nonsubsidi, yang kemudian diikuti oleh operator lain seperti BP-AKR.

Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar energi global yang masih tidak stabil, sehingga berdampak langsung pada harga jual di tingkat SPBU. Lonjakan harga paling terasa pada jenis BBM diesel yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama sektor transportasi dan logistik.

Masyarakat mulai merasakan dampak nyata dari perubahan harga tersebut, terutama pengguna kendaraan bermesin diesel yang memiliki tingkat konsumsi bahan bakar tinggi dalam aktivitas harian. Kondisi ini menambah tekanan ekonomi di tengah berbagai penyesuaian biaya hidup lainnya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

BP-AKR Ikuti Tren Kenaikan, Diesel Naik Tajam

BP-AKR menjadi salah satu operator swasta yang turut menyesuaikan harga BBM mengikuti tren pasar. Kenaikan paling signifikan terjadi pada produk BP Ultimate Diesel yang kini dibanderol hingga Rp25.560 per liter mulai Sabtu (18/4), atau naik sekitar Rp10.940 dari periode sebelumnya.

Meski terjadi kenaikan pada produk diesel, tidak semua jenis BBM mengalami perubahan harga. BP 92 tetap dipatok di angka Rp12.390 per liter, sementara BP Ultimate masih berada di level Rp12.930 per liter tanpa adanya penyesuaian harga.

Pihak operator menyebut bahwa perubahan harga ini merupakan respons terhadap dinamika pasar global, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, serta faktor nilai tukar yang mempengaruhi struktur biaya operasional.

Baca Juga: Industri Baja 2026 Diprediksi Bergejolak, Saham KRAS Dan ISSP Jadi Sorotan!

Pertamina Lakukan Penyesuaian Pada BBM Nonsubsidi

Pertamina Lakukan Penyesuaian Pada BBM Nonsubsidi 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah lebih dulu mengumumkan penyesuaian harga pada sejumlah BBM nonsubsidi. Pertamax Turbo mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.

Selain itu, Dexlite turut naik menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex kini berada di level Rp23.900 per liter. Kenaikan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi harga minyak global yang terus bergerak dinamis.

Meski demikian, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Pertalite masih di angka Rp10.000 per liter. Solar subsidi juga tetap di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Dampak Kenaikan Terhadap Konsumen

Kenaikan harga BBM ini memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor, terutama transportasi, distribusi barang, dan logistik. Peningkatan biaya operasional diperkirakan akan memengaruhi harga jasa dan barang di tingkat konsumen.

Pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian terhadap struktur biaya produksi agar tetap dapat bertahan di tengah kenaikan harga energi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran adanya efek lanjutan berupa inflasi pada sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi dan kemampuan daya beli. Pemerintah dan pelaku industri energi diharapkan dapat terus berkoordinasi dalam merespons dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian.


-Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari TirtoID
  • Gambar Kedua dari nusantara.media

By Amelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *