PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan pengembangan Energi Baru.

Geopolitik Dunia Memanas, Pertamina Ambil Langkah Strategis Mengejutkan!

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi pasokan dan harga energi dunia. Dalam kondisi yang tidak stabil tersebut, transisi menuju energi bersih dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan energi Indonesia di masa depan. Simak selengkapnya hanya di Fakta dan Analisis Ekonomi Indonesia.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pertamina Percepat Transisi Energi

Pertamina menyatakan bahwa pengembangan energi baru terbarukan merupakan langkah strategis dalam menghadapi ketidakpastian global, khususnya yang berkaitan dengan energi fosil. Fluktuasi harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong percepatan transformasi energi di dalam negeri.

Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, perusahaan terus memperkuat bauran energi nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Hal ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang dicanangkan pemerintah dalam mewujudkan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Pertamina menegaskan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya fosil. Tetapi juga pada kemampuan negara dalam mengembangkan energi alternatif. Energi tersebut harus lebih bersih, stabil, dan ramah lingkungan untuk masa depan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Geopolitik Dunia Dorong Perubahan a

Dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor energi dunia. Kondisi ini membuat banyak negara, termasuk Indonesia, harus menyesuaikan strategi energi mereka agar tidak terlalu bergantung pada sumber energi konvensional yang rentan terhadap gejolak pasar.

Pertamina melihat situasi ini sebagai momentum untuk mempercepat transformasi menuju energi bersih. Penguatan energi baru terbarukan menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Selain itu, pengembangan EBT juga dinilai penting dalam mendukung target penurunan emisi karbon. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Baca Juga: Bukan Keputusan Biasa! Bahlil Beberkan Sikap Presiden Soal Harga BBM

Capaian Energi Bersih Pertamina Terus Meningkat

Capaian Energi Bersih Pertamina Terus Meningkat

Hingga akhir 2025, Pertamina mencatat produksi energi bersih mencapai sekitar 8.743 Giga Watt per jam (GWh). Energi tersebut berasal dari berbagai sumber rendah karbon yang terus dikembangkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu sumber utama energi bersih tersebut adalah panas bumi (geothermal), dengan kapasitas terpasang mencapai sekitar 3.271 Mega Watt (MW). Selain itu, terdapat juga kontribusi dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), gas to power, serta energi surya yang tersebar di beberapa proyek strategis.

Pertamina juga memperluas investasi energi bersih melalui subholding Pertamina New & Renewable Energy yang terlibat dalam pengembangan proyek internasional. Salah satunya adalah kerja sama dengan Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) di Filipina yang turut menambah kapasitas energi surya secara signifikan.

Desa Energi Berdikari Dorong Kemandirian

Selain fokus pada proyek besar, Pertamina juga mengembangkan program energi bersih berbasis masyarakat melalui Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa dengan pendekatan yang lebih inklusif.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 252 desa di seluruh Indonesia yang telah menjadi bagian dari program DEB. Desa-desa tersebut memanfaatkan berbagai teknologi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Program ini terbukti memberikan dampak positif, termasuk peningkatan produksi pangan di beberapa wilayah. Data menunjukkan bahwa sejumlah desa mampu menghasilkan ribuan ton bahan pangan berkat pemanfaatan energi terbarukan yang mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari tvonenews.com
  • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com

By Amelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *