Investor asing borong saham terbesar jelang libur Lebaran 2026, Pergerakan ini mengejutkan pasar dan menarik perhatian publik luas.
Pasar saham Indonesia kembali mencatat dinamika mengejutkan saat investor asing melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham-saham unggulan. Lonjakan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang libur Lebaran 2026, memicu spekulasi tentang strategi dan potensi keuntungan besar. Aktivitas Analisis Ekonomi Indonesia ini menandai momen penting yang dapat memengaruhi pergerakan pasar dalam waktu dekat.
Kondisi Pasar Saham Jelang Libur Lebaran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran tahun ini di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/3/2026). Pergerakan pasar menunjukkan sentimen positif meski sebelumnya IHSG mengalami tren koreksi.
Penguatan indeks akhir pekan lalu menjadi sinyal mulai bangkitnya aktivitas pasar, terutama dari investor asing yang mencatatkan sejumlah transaksi penting di saham-saham unggulan. Aktivitas ini berlangsung justru di tengah tekanan pasar yang lebih luas.
Meski ada penguatan pada penutupan, selama sepekan IHSG masih tercatat turun secara kumulatif. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan penjualan bersih yang lebih besar dari luar negeri dalam lima hari perdagangan terakhir. Investor ritel pun mencermati dinamika pasar yang berubah cepat menjelang libur panjang, dengan spekulasi kuat bahwa strategi asing mendorong sejumlah saham unggulan menjadi incaran utama.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Aksi Net Buy Asing Di Tengah Koreksi
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa investor asing secara keseluruhan justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sepanjang sepekan sebelum libur Lebaran. Total net sell asing mencapai Rp 1,66 triliun di seluruh pasar saham. Namun di tengah tekanan itu, terdapat sejumlah saham yang justru banyak diborong oleh investor asing. Saham-saham tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan preferensi kuat dari pelaku global.
Aksi net buy pada saham-saham unggulan itu menarik perhatian karena terjadi saat pasar mengalami tekanan makin dalam, dengan IHSG terkoreksi hingga 4,49% sepanjang pekan perdagangan. Para analis pasar menilai bahwa net buy asing pada saham tertentu bisa menjadi sinyal bahwa pelaku besar melihat potensi nilai jangka panjang meski pasarnya sedang menurun.
Baca Juga:Â Pasokan Energi Nasional Di Ujung Tantangan Global, Ini Langkah Taktis Pertamina
Top Saham Net Buy Asing Pekan Ini
Data RTI Business yang dikutip Kontan mencatat 10 saham yang mengalami net buy terbesar dari investor asing selama sepekan terakhir menjelang libur Lebaran. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi yang tertinggi, dengan net buy mencapai Rp 584,99 miliar, menunjukkan minat besar asing terhadap sektor sumber daya mineral. AADI Rp 521,43 miliar dan VKTR Rp 475,29 miliar diborong asing, diikuti ITMG dan ADRO masuk top net buy.
Preferensi Sektor Yang Diburu Asing
Secara sektoral, mayoritas saham yang diborong asing berasal dari sektor energi, tambang, dan teknologi. Preferensi ini mencerminkan keyakinan investor terhadap potensi fundamental sektor-sektor tersebut di masa mendatang. Saham infrastruktur dan telekomunikasi, termasuk TLKM, diborong asing karena dianggap stabil meski pasar sedang volatil.
Investor asing cenderung mengalihkan modal ke saham-saham yang dinilai mampu bertahan saat penurunan pasar, terutama emiten besar dan blue chip yang memiliki kinerja fundamental kuat. Strategi ini menjadi perhatian pelaku pasar dalam negeri, yang berusaha menyesuaikan portofolio mereka menghadapi libur panjang sekaligus tekanan global.
Dampak Libur Lebaran Terhadap Perdagangan Saham
Libur panjang Lebaran sering menjadi momen penting bagi pelaku pasar untuk menilai kembali posisi investasi mereka. Sebelum libur ini, transaksi sering meningkat tajam. Investor cenderung menyesuaikan portofolio untuk menghadapi risiko likuiditas yang lebih rendah selama hari libur pasar. Hal ini dapat memicu aksi jual bersih atau net sell yang lebih tinggi.
Namun pada saat yang sama, pembelian bersih terhadap saham unggulan menunjukkan strategi jangka panjang yang berbeda di antara investor asing. Fenomena ini menarik perhatian pelaku ritel karena aktivitas asing sering menjadi indikasi arah pasar setelah libur panjang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com