Riset FEB UI tunjukkan pendanaan AdaKami bukan sekadar pinjaman, tapi nyata menggerakkan ekonomi nasional Indonesia.

Tak Sekadar Pinjaman, AdaKami Buktikan Dampak Besar Pada Ekonomi Nasional

Pendanaan dari AdaKami terbukti lebih dari sekadar pinjaman. Riset terbaru LPEM FEB UI menunjukkan dampaknya yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Studi ini menegaskan bagaimana akses dana yang tepat dan cepat bisa mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memperkuat roda ekonomi. Simak detail riset dan temuan menariknya di Fakta dan Analisis Ekonomi Indonesia.

AdaKami Lebih Dari Sekadar Pinjaman

Platform pinjaman daring (pindar) berizin AdaKami menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Berdasarkan riset LPEM FEB UI, pendanaan yang disalurkan pada 2024 berkontribusi terhadap PDB Indonesia senilai Rp 6,95 triliun hingga Rp 10,96 triliun (25/2/2026).

Angka ini dihitung melalui efek berganda (ripple effect) dari penyaluran pinjaman di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, perdagangan, dan pendidikan. Perputaran ekonomi ini sebanding dengan PDB negara kepulauan Tonga pada 2024, senilai Rp 9,38 triliun.

Temuan ini menegaskan bahwa pendanaan AdaKami bukan hanya sekadar pemberian kredit, melainkan penggerak ekonomi yang memberikan efek luas di berbagai lapisan masyarakat dan sektor usaha.

Dampak Ekonomi Luas Dan Penciptaan Lapangan Kerja

LPEM FEB UI mencatat pendanaan AdaKami memberi nilai tambah pada 185 sektor ekonomi nasional. Tiga sektor paling terdampak adalah jasa lembaga keuangan lain (21,34 persen), jasa pendidikan (10,03 persen), dan perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30 persen).

Selain itu, pinjaman ini membuka peluang kerja bagi 47.000 hingga 78.000 orang yang tersebar di 17 sektor industri. Sektor perdagangan besar dan eceran menyerap porsi terbesar (19,84 persen), diikuti jasa pendidikan (18,63 persen) dan pertanian, kehutanan, serta perikanan (15,11 persen).

Wakil Kepala LPEM FEB UI, Mohamad Dian Revindo, menekankan bahwa efek berganda ini bekerja melalui penguatan sisi permintaan. Konsumsi rumah tangga meningkat, mendorong sektor ritel, transportasi, manufaktur, hingga sektor primer secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga: Keputusan Mengejutkan, Ignasius Jonan Lepas Satu Kursi Komisaris

Kontribusi Pada Rumah Tangga Dan Usaha Mikro

 Kontribusi Pada Rumah Tangga Dan Usaha Mikro 700

Selain dampak makro, AdaKami membantu jutaan rumah tangga menjaga stabilitas finansial. Platform ini berperan sebagai bantalan keuangan (financial buffer), memungkinkan keluarga menghadapi guncangan mendadak seperti PHK, sakit, atau biaya pemakaman.

Tanpa akses pindar, 24,51 persen pengguna terpaksa menggunakan tabungan atau menjual aset. Pengguna AdaKami justru memiliki rata-rata pengeluaran Rp 4,8 juta per bulan dan tabungan hampir Rp 700.000 per bulan, lebih stabil dibanding kelompok yang hanya mengandalkan pinjaman informal.

Pendanaan juga dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnis. Sebanyak 53,1 persen pengguna menambah stok barang, sedangkan 28,1 persen mencatat pertumbuhan omzet. Sektor utama yang terbantu termasuk perdagangan, akomodasi & makan minum, serta pertanian.

Literasi Keuangan Dan Penguatan Ekosistem

Riset LPEM FEB UI mencatat literasi keuangan pengguna AdaKami relatif tinggi. Sebanyak 89,2 persen responden memahami bunga, biaya, dan tenor pinjaman. Pengetahuan finansial ini lebih baik dibanding kelompok lain, menunjukkan akses pindar berizin meningkatkan kesadaran finansial.

Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menegaskan bahwa pendanaan yang disalurkan tidak hanya bermanfaat secara individu, tetapi juga berdampak luas bagi ekonomi nasional. Peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar peminjam dapat bertahan dan tumbuh secara sehat.

Selain itu, riset mendorong penguatan ekosistem pinjaman daring, termasuk transparansi produk, simulasi kemampuan bayar sebelum pencairan, dan edukasi untuk menghindari keputusan finansial yang berisiko.

Pendanaan AdaKami Sebagai Penggerak Ekonomi

Keseluruhan temuan menegaskan bahwa AdaKami lebih dari sekadar pinjaman. Pendanaan ini membantu ketahanan rumah tangga, mendorong aktivitas ekonomi produktif, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Setiap rupiah yang dipinjam dan dibelanjakan kembali berputar dalam roda ekonomi, menciptakan efek domino yang menjangkau jauh melampaui transaksi awal. Hal ini memperkuat posisi AdaKami sebagai bagian dari ekosistem keuangan formal.

Dengan strategi inklusif, pengelolaan prudent, dan edukasi literasi keuangan, AdaKami membuktikan bahwa platform pindar berizin dapat menjadi alat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari money.kompas.com
  • Gambar Kedua dari sobatpajak.com

By Olivia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *