Warga makin geram karena harga sembako termasuk cabai dan daging tak kunjung turun, satgas Pangan pun turun tangan meninjau pasar.
Kenaikan harga sembako terus menjadi sorotan di Indonesia. Warga semakin geram karena cabai, daging, dan kebutuhan pokok lainnya tak kunjung turun meski pemerintah sudah meninjau pasokan. Situasi ini memicu protes di pasar dan media sosial. Banyak masyarakat mengeluhkan beban belanja yang semakin tinggi, sementara daya beli tidak seimbang dengan inflasi harga pangan.
Satgas Pangan pun bergerak cepat meninjau sejumlah pasar tradisional dan modern untuk mengecek ketersediaan serta stabilitas harga. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan menekan lonjakan harga. Ikuti berita selanjutnya hanya di Fakta dan Analisis Ekonomi Indonesia.
Sidak Satgas Pangan Di Pasar Raya Mojosari
Satgas Pangan dari Polres Mojokerto kembali melakukan inspeksi mendadak di Pasar Raya Mojosari beberapa hari menjelang puncak bulan Ramadan. Tim ini mengecek harga kebutuhan pokok, khususnya bahan pangan yang sering naik.
Dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Aldhino Prima Wirdhan, sidak ini juga melibatkan perwakilan dari Bulog, Dinas Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto. Tujuannya untuk mengetahui kondisi pasar dan memastikan pasokan masih mencukupi. Dalam sidak tersebut, tim mencatat fluktuasi harga sejumlah komoditas penting. Hasilnya, ada beberapa bahan pangan yang masih berada di level tinggi meski sudah turun dibanding sebelumnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Harga Cabai Rawit Masih Tinggi
Salah satu temuan penting adalah harga cabai rawit, yang masih mahal bagi konsumen di Mojokerto. Satgas mencatat harga cabai rawit sekitar Rp100.000 per kilogram, meskipun turun sekitar Rp20.000 dibandingkan menjelang awal Ramadan lalu. Penurunan itu terjadi karena pasokan dari petani belum sangat melimpah, sehingga belum mampu menekan harga dengan signifikan di pasar tradisional.
Harga cabai rawit yang tinggi ini masih menjadi beban bagi pembeli, terutama mereka yang rutin membelanjakan bahan dapur tersebut setiap hari. Kondisi ini mirip temuan di wilayah lain yang juga mencatat cabai tetap menjadi komoditas yang fluktuatif.
Baca Juga: THR Terancam Pajak, Tapi Menaker Punya Cara Bikin Gratis?
Daging Sapi Dan Kenaikan Harga Komoditas
Selain cabai, harga daging sapi juga mencuri perhatian Satgas Pangan. Di Pasar Raya Mojosari, daging sapi terpantau naik dari sekitar Rp110.000 menjadi Rp115.000 per kilogram, dipicu ketidakstabilan harga dari tingkat pemasok. Lonjakan harga daging sapi tidak terlalu drastis, namun tetap tinggi dan dirasakan oleh konsumen lokal yang membutuhkan daging untuk konsumsi harian atau persiapan hari besar.
Kenaikan ini sejalan dengan pantauan pasar di kota lain seperti Mojokerto Kota, di mana daging sapi bahkan sempat menyentuh Rp140.000 per kilogram, menunjukkan variasi harga antarwilayah.
Komoditas Lainnya Terpantau Stabil Atau Turun
Meski cabai rawit dan daging sapi masih tinggi, Satgas Pangan mencatat bahwa banyak komoditas penting lain justru stabil atau turun harganya. Misalnya, telur ayam ras turun dari Rp32.000 menjadi Rp28.500 per kilogram.
Begitu pula cabai merah, bawang merah, dan bawang putih, semuanya menunjukkan tren penurunan dibandingkan harga sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang tidak seragam pada semua komoditas. Bahan pokok lain seperti beras premium, minyak goreng, dan gula pasir juga relatif stabil pada level harga yang telah ditetapkan, sehingga tidak terlalu membebani konsumen saat ini.
Upaya Stabilitas Harga Dan Edukasi Pedagang
Satgas Pangan memastikan bahwa stok bahan kebutuhan pokok masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Pihaknya telah melakukan intervensi harga ke pemasok dan terus memantau kondisi pasar.
Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi serta edukasi kepada para pedagang di pasar tradisional. Mereka membagikan selebaran dan memberikan imbauan agar penjualan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga, mencegah penimbunan, serta memberi dampak positif bagi konsumen yang saat ini masih merasakan harga beberapa komoditas tinggi di pasaran.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com